Waduhhh! Gadis 10 Tahun Melahirkan Seorang Bayi Perempuan

Berita mengejutkan datang dari Kolombia, seorang gadis berusia 10 tahun resmi menjadi salah satu ibu termuda Baca Lagi ...

Ini Bahayanya Jika Anda Bercinta Saat Sedang Haid

Jakarta - Tidak sedikit pasangan yang berani mengambil risiko bercinta saat si wanitanya sedang haid Baca Lagi ...

Kristal dari Air Liur Berbahan Kaca

MALANG - Kristal yang dikabarkan keluar dari air liur Rafael (1), bayi asal Kabupaten Malang, Jawa Timur Baca Lagi ...

Jumlah Seks Maksimal dan Minimal yang Positif ...

Jakarta, Hubungan seks yang dilakukan oleh pasangan bisa memberikan banyak dampak positif bagi Baca Lagi ...

Perbesar Buah Dada dengan Terapi Tampar Payudara

Bangkok, Terapi tampar payudara atau breast slap pertama kali dipopulerkan di Thailand. Terapi Baca Lagi ...
Tampilkan postingan dengan label Kanker. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kanker. Tampilkan semua postingan

Ditemukan Komponen untuk Melindungi Kulit dari Kanker

Minggu, 23 Desember 2012 | 17:09

ist
SYDNEY - Para peneliti di Australia telah menemukan komponen seperti Vitamin D yang bisa dimasukkan ke dalam krim pelindung sinar matahari, yang bisa melindungi tubuh dari kemungkinan terkena kanker kulit.

Penelitian awal menunjukkan bahwa komponen tersebut yang sudah bisa dipasarkan dalam waktu 2 tahun mendatang, bisa mengurangi kerut dan bintik hitam di wajah karena terlalu banyak kena sinar matahari.

Menurut laporan mingguan Australia The Sunday Times hari Minggu (23/12/2012), Rebecca Mason dari Institut Penelitian Medis Bosch mengatakan bahwa penelitian sudah menemukan komponen seperti Vitamin D ini bisa mengurangi "kerusakan DNA kulit sampai 50 persen dan mungkin bisa sampai 60-80 persen.

Dewan Riset Australia dan mitra komersialnya Ultraceuticals telah memberikan dana penelitian kepada Institut Bosch guna mengembangkan penemuan tersebut dan mengeksplorasi kemungkinan memasukkannya ke dalam krim pelindung sinar matahari.

"Ini akan memperkuat pertahanan tubuh sendiri guna melawan kerusakan karena sinar matahari," kata Prof Mason dari Universitas Sydney tersebut.

Prof Mason mengatakan, penemuan ini muncul di saat semakin banyak warga Australia tidak mendapatkan
free counters