Waduhhh! Gadis 10 Tahun Melahirkan Seorang Bayi Perempuan

Berita mengejutkan datang dari Kolombia, seorang gadis berusia 10 tahun resmi menjadi salah satu ibu termuda Baca Lagi ...

Ini Bahayanya Jika Anda Bercinta Saat Sedang Haid

Jakarta - Tidak sedikit pasangan yang berani mengambil risiko bercinta saat si wanitanya sedang haid Baca Lagi ...

Kristal dari Air Liur Berbahan Kaca

MALANG - Kristal yang dikabarkan keluar dari air liur Rafael (1), bayi asal Kabupaten Malang, Jawa Timur Baca Lagi ...

Jumlah Seks Maksimal dan Minimal yang Positif ...

Jakarta, Hubungan seks yang dilakukan oleh pasangan bisa memberikan banyak dampak positif bagi Baca Lagi ...

Perbesar Buah Dada dengan Terapi Tampar Payudara

Bangkok, Terapi tampar payudara atau breast slap pertama kali dipopulerkan di Thailand. Terapi Baca Lagi ...
Tampilkan postingan dengan label Jantung. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Jantung. Tampilkan semua postingan

Penyakit Jantung Bisa Tanpa Gejala

Sabtu, 5 Februari 2011 | 12:02 WIB

Jika Anda merasa diri sehat-sehat saja, sebaiknya bersikaplah tetap waspada dengan melakukan pemeriksaan diri untuk mengetahui kondisi kesehatan. Ini mengingat ternyata diam-diam kita bisa punya risiko penyakit jantung meski tanpa gejala.

Penelitian menunjukkan, persentase pengidap penyakit jantung yang memiliki riwayat faktor risiko tertentu itu sangat tinggi. Faktor risiko tersebut termasuk gaya hidup dan karateristik tertentu dari keluarga.

Menurut dr.Sally A.Nasution, Sp.PD, faktor risiko penyakit jantung terbagi dalam dua, yakni faktor yang tidak bisa diubah, yang meliputi jenis kelamin, usia, dan riwayat keluarga. "Jika ada dalam keluarga kita orang yang terkena serangan jantung, risiko kita juga semakin tinggi," katanya dalam sebuah acara yang diadakan oleh Perhimpunan Dokter Penyakit Dalam di Jakarta (4/2).

Kendati demikian, masih banyak faktor risiko lain yang bisa dikendalikan, yakni pola makan, kebiasaan olahraga, kegemukan, kadar lemak darah, serta kebiasaan merokok. "Makin banyak faktor risiko yang dimiliki, makin cepat penebalan dinding pembuluh darah," paparnya.

Penebalan pembuluh darah atau aterosklerosis adalah timbunan lemak (plak) yang menumpuk dalam arteri sehingga arteri menyempit dan aliran darah terhambat. Ini adalah penyebab awal tersumbatnya pembuluh darah yang menuju jantung sehingga terjadi serangan jantung atau nyeri dada (angina).

Yang terpenting dilakukan adalah mencegah terjadinya aterosklerosis meski tidak ada gejala. Pemeriksaan lemak darah (kolesterol), pengukuran tensi darah serta menjaga berat badan dalam kondisi ideal perlu dilakukan, terutama untuk mereka yang sudah memasuki usia 40 tahun.

Deteksi dini adanya penyakit jantung koroner juga bisa dilakukan dengan berbagai tes khusus, seperti EKG (elektrokardiogram), treadmill, tes darah, foto toraks, dan sebagainya.

sumber : Kompas.com

Ukur Kemampuan Jantung Lewat Tes Treadmill

Sabtu, 5 Februari 2011 | 14:15 WIB

Kendati dikenal hobi bermain futsal, ternyata jantung politisi Adjie Massaid tidak sekuat yang diperkirakan. Ia meninggal dunia setelah bermain futsal dan diduga kuat terkena serangan jantung.

Olahraga memang baik untuk kesehatan, namun menurut dr.Aulia Sani, Sp.JP (K), ahli penyakit jantung, untuk orang yang sudah berusia di atas 40 tahun, sebaiknya dilakukan tes uji berbeban untuk mengetahui jenis dan intensitas olahraga yang pas.

"Jika sudah memasuki usia 40 tahun, wajib melakukan tes treadmill untuk mengukur sejauh mana otot jantung berfungsi dan apakah jantung menerima pasokan darah yang cukup," kata dr.Aulia ahli jantung dari RS Pusat Jantung Harapan Kita Jakarta.

Pada latihan uji berbeban, elektrode ditempatkan di berbagai bagian dada dan sebuah alat pengukur tekanan darah dipasang di lengan. Anda kemudian berjalan di atas treadmill sementara elektrokardiogram mereka reaksi jantung terhadap beban yang semakin meningkat.

Ketika tingkat kecepatan treadmill secara bertahap dinaikkan dan usaha melakukannya semakin berat, denyut jantung akan meningkat. Uji jantung ini juga bisa digunakan untuk mengevaluasi gejala seperti sakit dada atau sesak nafas selama latihan.

"Jika hasil treadmill menyatakan baik, maka seluruh olahraga yang sifatnya kompetisi bisa dilakukan. Jika hasilnya di bawah kriteria, maka lakukan olahraga ringan dan sifatnya rekreasi," katanya.

sumber : Kompas.com

free counters