Waduhhh! Gadis 10 Tahun Melahirkan Seorang Bayi Perempuan

Berita mengejutkan datang dari Kolombia, seorang gadis berusia 10 tahun resmi menjadi salah satu ibu termuda Baca Lagi ...

Ini Bahayanya Jika Anda Bercinta Saat Sedang Haid

Jakarta - Tidak sedikit pasangan yang berani mengambil risiko bercinta saat si wanitanya sedang haid Baca Lagi ...

Kristal dari Air Liur Berbahan Kaca

MALANG - Kristal yang dikabarkan keluar dari air liur Rafael (1), bayi asal Kabupaten Malang, Jawa Timur Baca Lagi ...

Jumlah Seks Maksimal dan Minimal yang Positif ...

Jakarta, Hubungan seks yang dilakukan oleh pasangan bisa memberikan banyak dampak positif bagi Baca Lagi ...

Perbesar Buah Dada dengan Terapi Tampar Payudara

Bangkok, Terapi tampar payudara atau breast slap pertama kali dipopulerkan di Thailand. Terapi Baca Lagi ...

Pil KB Tanpa Efek Samping akan Segera Hadir

Kamis, 17/03/2011 11:18 WIB

San Francisco, Meski efektifitasnya terbilang tinggi, pil KB kurang disukai karena diduga memicu berbagai efek samping mulai dari kegemukan hingga jerawatan. Kini peneliti mengembangkan pil KB tanpa hormon, yang diharapkan tidak memiliki efek samping.

Harapan baru untuk mengembangkan pil KB atau kontrasepsi oral tanpa hormon berawal dari hasil penelitian di University of California, San Francisco. Penelitian tersebut mengungkap adanya semacam mekanisme elektrik dalam proses pembuahan sel telur.

Ketika sudah siap untuk dibuahi, sel telur melepaskan hormon progesteron yang kemudian menghasilkan sinyal elektrik. Sinyal itu ditangkap oleh sperma, lalu memacunya untuk bergerak cepat dan lebih aktif untuk menerobos lapisan yang menyelubungi sel telur.

Temuan ini memunculkan ide untuk membuat kontrasepsi oral yang menjadikan mekanisme elektrik tersebut sebagai targetnya. Dengan mengacaukan sinyal elektrik yang dihasilkan sel telur, maka sperma tidak akan pernah bisa membuahi atau bahkan sekedar mendekatinya.

Menurut penelitian tersebut, sinyal elektrik itu dipicu oleh pelepasan ion kalsium (Ca 2+) oleh hormon progesteron. Dikutip dari Dailymail, Kamis (17/3/2011), sperma akan kehilangan tenaga serta petunjuk yang mengarahkannya untuk bergerak menuju sel telur jika pelepasan ion tersebut dihambat.

Pil KB konvensional yang digunakan saat ini berisi kombinasi hormon yang berfungsi mencegah pelepasan sel telur. Sel telur yang sudah matang ditahan di indung telur, sehingga ketika sperma datang tidak ada sel telur yang siap untuk dibuahi.

Meski dinilai sangat aman dan efektif mencegah kehamilan yang tidak diinginkan, pil KB hormonal ini kurang disukai karena punya efek samping. Di antaranya adalah memicu jerawat dan flek atau noda hitam di wajah, bahkan pada beberapa perempuan bisa memicu kegemukan.

sumber : detikHealth

Tidak ada komentar:

Posting Komentar